Minggu, 02 Maret 2014

Loyalitas 

Loyalitas Brigata Curva Sud terhadap tim kesayangannya terbukti dengan mewajibkan anggota komunitasnya membeli tiket untuk menonton pertandingan PSS Sleman. Sehingga tercipta istilah "No Ticket, No Game", hal tersebut mengakibatkan peningkatan pendapatan PSS Sleman yang sangat besar pada laga kandang mereka.
Kesetian para anggota Brigata Curva Sud yang selalu memegang teguh prinsip "Ora Muntir" yang berarti tidak takut apapun, selalu diaplikasikan dalam kehidupan seorang Ultras, misalnya:
  • Mereka membeli tiket masuk stadion. Brigata Curva Sud turut serta sebagai pelopor dalam mengkampanyekan kebiasaan membeli tiket untuk pertandingan PSS Sleman. Sehingga seluruh pendukung PSS Sleman (Sleman Fans) baik Brigata Curva Sud, Slemania, dan penonton umum selalu memegang prinsip "No Ticket, No Game". Bahkan BCS rela menyisihkan dana tambahan selain tiket untuk keperluan Dana Kreativitas.
  • Bernyanyi selama pertandingan berlangsung (90 Menit) tanpa henti. Terkadang suporter lain hanya bisa mencaci ketika klubnya ketinggalan ataupun kalah, tetapi tidak begitu dengan Brigata Curva Sud yang selalu berteriak lantang ketika klubnya kalah karena disaat seperti itu pemain lebih membutuhkan dukungan, bukan cacian. Mereka terus bernyanyi walau pertandingan berakhir dengan kekalahan.
  • Melakukan Koreografi. Ada yang berbeda di tribun yang di tempati Brigata Curva Sud ketika setiap menjelang dimulainya pertandingan babak kedua. Setiap orang membawa satu kertas bewarna yang tidak semuanya sama. Ketika peluit babak kedua ditiup, mereka mulai bernyanyi dan mengangkat kertas yang mereka bawa. Setelah diangkat ternyata membentuk suatu koreografi yang bisa dikatakan bagus. Ya inilah salah satu gebrakan baru yang dilakukan oleh Brigata Curva Sud ketika mendukung klub kebanggaannya, yaitu dengan melakukan koreografi menggunakan kertas. Koreografi yang mereka lakukan tidak hanya mampu melecut semangat pemain yang sedang bermain, tetapi juga mampu menghibur penonton lain yang ada di dalam stadion.
  • Mampu Membantu Keuangan Klub. Seperti suporter-suporter di luar negeri yang mampu menghidupi klub kebanggaannya, Brigata Curva Sud berusaha untuk mampu memberikan dukungan tehadap klub kebanggaannya dengan membantu keuangan klubnya. Saat ini banyak klub-klub di Indonesia yang tidak mampu membayar pemainnya yang sudah dikontrak. Seperti halnya kasus pemain yang sakit dan tidak bisa membayar biaya pengobatannya karena tunggakan gaji yang belum terbayarkan hingga akhirnya meninggal dunia. Hal seperti ini yang dihindari oleh Suporter PSS Sleman (Sleman Fans). Ketika suporter lain berusaha masuk ke dalam stadion dengan gratis, tidak begitu dengan mereka. Mereka membeli tiket karena itulah salah satu pemasukan terbesar dari klub kebanggaannya. Dengan membeli tiket maka mereka berpartisipasi dalam menghidupi klub kebanggaan warga Sleman.


koreo Brigata Curva Sud saat PSS Sleman vs PPSM Magelang 27 Mei 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar